Minggu, 29 September 2013

Kelas IPA Dan Kelas Bahasa 2013-2014 Nurul Haramain NW Putra Narmada

Kelas IPA Dan Kelas Bahasa 2013-2014 Nurul Haramain NW Putra Narmada

Bismillahirrahmanirrahim

1.      1. Kelas IPA
Kelas kami berukuran 5x2,5 m , beratapkan alang-alang didepan (sebelah timur) bergantung sebuah layar LCD otomatis yang tak berfungsi sebagaimana mestinya, dikala malam akan ditarik sebagai penghalau dinginnya udara malam yang bertiupan karena beberapa orang santri sering tidur di tempat tersebut. Di pagi hari sampai dengan siang hari di gunakann sebagai penghalau angin yang bertiup langsung dari arah timur karena di depan layar LCD tersebut terdapatlah sebuah papan tulis putih. Terkadang papan tulis putih ini jatuh telungkup karena kerasnya hembusa angin dan beberaa korban pasti ada termsuk ustad dan ustazah kami juga banyak jadi korbannya. Lantai kelas kami terbuat dari sederetan bambu berada pada ketinggian 1 m di atas tanah. Terkadang lantai tersebut menjadi meja bagi santri yang kebetulan duduk di sekeliling kelas tersebut dengan korsi plastik. Terdapat juga 2 buah lampu sebgai penerang dimalam hari dan di gunakan sebagai temat belajar malam. Meski kelas kami tidak memiliki tembok tetapi itu adalah cerita yang sangat berharga bagi kami. Kelas kami memiliki 6 tiang, dan kelas kami adalah berugak (Hut). Di sebelah selatan terdapat pagar hijau yaitu (susunan bunga-bunga yang panjangnya sekitar 1,5 m), di sebelah utara terdapat Kelas Jurusan Bahasa  dan Masjid Jami’ Nurul Haramain, di sebelah barat terdapat deretan taman dan tempat wudhu santri. Jumlah siswa kelas 6 jurusan IPA adalah 20 orang setelah di pulangkan 3 orang karena melanggar peraturan .

2.       Kelas Bahasa
Kelas kami sangatlah luas karena tak terdapat tembok atau sekat aapun yang menghalangi. Di kelas kami terdapat 18 meja panjang 1 meja guru dan 1 lagi meja pengganjal papan tulis, jadi jumlah keseluruhannya adalah 20 meja. Di sebelah utara terdapat papan tulis putih dan kelas kami memiliki 8 buah tiang dari logam. Kelas kami memanjang menghadap ke utara. Panjang  10 m dengan lebar  5 m, siswanya berjumlah 14 orang siswa dan seandainya 1 orang menggunakan 1 meja pasti mejanya masih lebih 4 buah. Kelas kami beratapkan 2 petak kain dan kelas kami adalah 2 buah terop di lapangan batal.
INTISARI: tanpa kesabaran dan kesungguhan kami tak akan mampu bertahan, banyak teman kami yang telah tersingkirkan karena bermasalah. Walaupun keluh-kesah selalu datang tapi kami yakin hikmah dan barokah adalah inti dari segala pendidikan dan pembelajaran. Tersenyum setiap kali masuk kelas karena itu semua membuat kami selalu bersyukur akan:
-      kehidupan yang diberikan Allah swt setiap hari
-         -  Ketenangan dan kenikmatan belajar.
-          - Tempat sederhana yang sangat bermanfaat (bukan tempat yang sia-sia)
-          - Dan lingkungan dengan ustad dan ustazah kami yang selalu mendukung kami dalam segala hal kebaikan dan selalu menegur kmi jika melakukan kesalahan.


-          Alhamdulillahirobbil ‘alamin.

Sabtu, 28 September 2013

5 Tahun Berjalan

5 tahun lebih sudah kami bersama tapi itu semua tak cukup bagi kami, bagi kami ini adalah awal dari persahabatan yang erat sekuat rantai yang erdapat pada dada burung garuda bhineka tunggal ika (meski berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan) tak terasa aktu berjalan lama terasa hanya sekejap, tak tahu kapan rindu ini akan terobati. Semua sahabatku, semua ustad dan ustadzahku terimakasih telah berkenan hadir dalam kisah hidupku selama ini walaupun secara sengaja ataupun tidak disengaja bagi saya itu semua adalah kehendak Allah yang maha tahu segala hal. Masalah silih berganti itu sudah pasti pernah terjadi dan itu semua adalah bekal bagi semuanya untuk menghadapi kerasnya perputaran roda dunia, yang dimana mau atau tidak mau pastilah kemajuan akan semakin pesat dan siapa yang berhenti atau istirahat sejenak maka mereka akan tergilas oleh waktu dan zaman. Pendidikan yang kami dapatkan sangat berguna bagi nusa dan bangsa, aku cinta Indonesiaku J. Senang sedih kita jalani bersama bahkan makanpun sepiring bersama sejalan sependeritaan, kenang-kenangan yang manis terasa d hati ini. Kalau ingat semuanya maka air mata ini mungkin tak cukup karena habis menetes. Yang kuat adalah yang mampu bertahan J pantang surut ke belakng WE WILL NEVER GIVE UP adalah kata-kata yang teringat ketika kami sedang bosan. Hidup ini penuh arti yang tak terbayangkan kehebatannya. Tak ada satu makhluk pun yang diciptakan sia-sia