Kelas IPA Dan Kelas Bahasa 2013-2014 Nurul Haramain NW Putra
Narmada
Bismillahirrahmanirrahim
1. 1. Kelas IPA
Kelas kami berukuran 5x2,5 m ,
beratapkan alang-alang didepan (sebelah timur) bergantung sebuah layar LCD
otomatis yang tak berfungsi sebagaimana mestinya, dikala malam akan ditarik
sebagai penghalau dinginnya udara malam yang bertiupan karena beberapa orang
santri sering tidur di tempat tersebut. Di pagi hari sampai dengan siang hari
di gunakann sebagai penghalau angin yang bertiup langsung dari arah timur
karena di depan layar LCD tersebut terdapatlah sebuah papan tulis putih. Terkadang
papan tulis putih ini jatuh telungkup karena kerasnya hembusa angin dan beberaa
korban pasti ada termsuk ustad dan ustazah kami juga banyak jadi korbannya.
Lantai kelas kami terbuat dari sederetan bambu berada pada ketinggian 1 m di
atas tanah. Terkadang lantai tersebut menjadi meja bagi santri yang kebetulan
duduk di sekeliling kelas tersebut dengan korsi plastik. Terdapat juga 2 buah
lampu sebgai penerang dimalam hari dan di gunakan sebagai temat belajar malam. Meski
kelas kami tidak memiliki tembok tetapi itu adalah cerita yang sangat berharga
bagi kami. Kelas kami memiliki 6 tiang, dan kelas kami adalah berugak (Hut). Di
sebelah selatan terdapat pagar hijau yaitu (susunan bunga-bunga yang panjangnya
sekitar 1,5 m), di sebelah utara terdapat Kelas Jurusan Bahasa dan Masjid Jami’ Nurul Haramain, di sebelah
barat terdapat deretan taman dan tempat wudhu santri. Jumlah siswa kelas 6
jurusan IPA adalah 20 orang setelah di pulangkan 3 orang karena melanggar
peraturan .
2.
Kelas Bahasa
Kelas kami sangatlah luas karena
tak terdapat tembok atau sekat aapun yang menghalangi. Di kelas kami terdapat
18 meja panjang 1 meja guru dan 1 lagi meja pengganjal papan tulis, jadi jumlah
keseluruhannya adalah 20 meja. Di sebelah utara terdapat papan tulis putih dan
kelas kami memiliki 8 buah tiang dari logam. Kelas kami memanjang menghadap ke
utara. Panjang 10 m dengan lebar 5 m, siswanya berjumlah 14 orang siswa dan
seandainya 1 orang menggunakan 1 meja pasti mejanya masih lebih 4 buah. Kelas kami
beratapkan 2 petak kain dan kelas kami adalah 2 buah terop di lapangan batal.
INTISARI: tanpa kesabaran dan
kesungguhan kami tak akan mampu bertahan, banyak teman kami yang telah
tersingkirkan karena bermasalah. Walaupun keluh-kesah selalu datang tapi kami
yakin hikmah dan barokah adalah inti dari segala pendidikan dan pembelajaran. Tersenyum
setiap kali masuk kelas karena itu semua membuat kami selalu bersyukur akan:
- kehidupan yang diberikan Allah swt setiap hari
- kehidupan yang diberikan Allah swt setiap hari
- - Ketenangan dan kenikmatan
belajar.
- - Tempat sederhana yang
sangat bermanfaat (bukan tempat yang sia-sia)
- - Dan lingkungan dengan ustad
dan ustazah kami yang selalu mendukung kami dalam segala hal kebaikan dan
selalu menegur kmi jika melakukan kesalahan.
-
Alhamdulillahirobbil ‘alamin.